secuil coretan

Minggu, 29 April 2012

setubuh gerimis



kembali bersetubuh dengan gerimis
tak seotak pun bisa menepis
cucuran banyu menusuk lebih lekat
mendekap hembusan napas pekat

angin yang kemudian bicara pada tetesan bening
lantang bersuara tuk cepat menyingkir
mencerca menolak birahi jasad yang mungkir
tanpa henti merajuk tak bercelah hening

jika sudah muak dengan ocehan bayu
tusukkan sadis semakin mengena
merobek setiap pori milik jasad
tembus dasar hingga menggeliat kaku

gerimis yang terus berselimut denganku
merajuk manja hirup wangi intimku
gerimis yang terus menindihku
buat erang engah napasku

saat puncak euforia
teriakan payah tak lagi bernyawa
terhanyut oleh rintih desahan
selingkung dengan surgawi Tuhan
Yogyakarta, 2012

2 komentar: