kembali bersetubuh dengan
gerimis
tak seotak pun bisa menepis
cucuran banyu menusuk
lebih lekat
mendekap hembusan napas
pekat
angin yang kemudian bicara
pada tetesan bening
lantang bersuara tuk
cepat menyingkir
mencerca menolak birahi
jasad yang mungkir
tanpa henti merajuk tak
bercelah hening
jika sudah muak dengan
ocehan bayu
tusukkan sadis semakin
mengena
merobek setiap pori milik
jasad
tembus dasar hingga
menggeliat kaku
gerimis yang terus
berselimut denganku
merajuk manja hirup wangi
intimku
gerimis yang terus
menindihku
buat erang engah napasku
saat puncak euforia
teriakan payah tak lagi
bernyawa
terhanyut oleh rintih
desahan
selingkung dengan surgawi
Tuhan
Yogyakarta, 2012
Bahasamu......bagai orang yang benar benar memahami apa itu bersetubuh
BalasHapusterkadang imajinasi melewati segalanya
BalasHapus