secuil coretan

Minggu, 27 Mei 2012

Sajak buat Angga


sore tadi kubongkar kertas usang dari tumpukannya yang hampir terbuang
ada satu yang menarik!
sebuah kertas dengan warna putih, tapi mataku salah
itu merah jambu yang benar pudar
mataku beranjak cepat melihat tulisan model ceker ayamku
ada tiga kata berjejer manis yang menatapku manja
“sajak buat Angga”
ah, aku baru ingat!
satu sajak janjiku padanya
maaf sayang, aku  terlambat menuliskannya
harusnya sajak manis sudah aku lontarkan di masa yang lalu
tapi tak apalah, aku takut dosa jika tak kutepati
 dan ini sajakku yang terlambat untukmu...
kemarin satu sosok datang mengetuk jendela kamarku
dan kemudian aku dengar ocehan
benar, aku masih ingat  apa yang dilontarkan
“masa lalu! masa lalu!”
tubuhku yang kemudian meronta kuat tuk lepas
berlari sengit tuk cepat mencumbunya
aku yang kemudian dengan bringas mengacak-acak tiap bagiannya
aku yang kemudian menemukan satu sosok lain tepat di pusaran lalunya
hal hina apa yang telah mematri lalunya jadi abadi
jelas aku lebih buas dari lalunya
masuk telah dan lebih dalam menggerogotinya
tapi nyata, lalunya tak kunjung beranjak sedari tadi
masih saja gema berisik ketukan di jendela
sekarang siulan gairah dari mulutnya kudengar
mengajakku kembali bergumul manja
mencipta rasa tuk acuhkan segala
Yogyakarta, 27 Mei 2012