secuil coretan

Minggu, 29 April 2012

kataku pada angin malam


angin malam, dengarkan jerit lara yang bodoh ini 
segera rangkul dan cepat menyingkirlah 
ganti ini dengan kabut pekat 
tanpa ruang tanpa batas 
bicaralah padanya tuk tetap tinggal 
sebab aku selalu merindunya 
senapas setubuh dengan pekat kabut 
tanpa perlu jadi pemilik

Yogyakarta, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar