Ketika
aku mengingat dan mencoba merangkai sosok dunia yg sebenarnya, hanyalah fana yang
kudapat. Sadarkah hujan tak selalu meneteskan air dan merintihkan desahan
angin? Terkadang hujan mampu menumpahkan butiran abu lembut dan menorehkan
kabut pekat. Jika kudapati itu semua, maka wajah ini akan tertunduk lemas,
hingga telinga ini menjadi perih. Semua ocehan hujan, terbaca menghujat,
mengoyak, dan membinasakan helaan napas semua makhluk.
Yogyakarta, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar