secuil coretan

Minggu, 29 April 2012

kehilangan


sesekali dapat dirasa rindu yang mencekam di kalbuku
sepertinya kata-kata lembut terus saja berjalan mengetuk pintu di luar sana
kala itu gerimis turun merambat di tanganmu juga tanganku
kali ini yang terjadi bertolak belakang dengan yang dahulu tercipta
sama sekali tak bisa kuhirup aroma jahe hangat lewat peluh tubuhmu
yang dirasa kini adalah panas mencekik nyawa

Yogyakarta,  2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar