sesekali dapat dirasa rindu yang mencekam di kalbuku
sepertinya kata-kata lembut terus saja berjalan mengetuk
pintu di luar sana
kala itu gerimis turun merambat di tanganmu juga tanganku
kali ini yang terjadi bertolak belakang dengan yang dahulu
tercipta
sama sekali tak bisa kuhirup aroma jahe hangat lewat peluh
tubuhmu
yang dirasa kini adalah panas mencekik nyawa
Yogyakarta, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar