secuil coretan

Minggu, 29 April 2012

Gemericik Banyu


gemericik banyu mematung
tertegun menyaksikan sandiwara liar:
        sang hawa
peranan hawa lagi menghujat
mengoceh tak berjeda lambat
sembari melayangkan bola mata
pada sunyi yang pekat

"aku pernah berbisik pada senyum manjamu
 aku pernah merangkul hangat tatapanmu
 aku juga pernah mencumbu lebih dalam embusan napasmu
 aku yang pernah menghabisi waktu dengan iringan desah puasmu"

 jeda tengah berjalan selangkah
 mengantar hawa tuk menyeruak lebih tajam
 seperti anjing jalang merajai malam
 menggelepar gonggongan amarah

 tubuhnya tersenggal mulai tercekik
 perihnya lebih dari sekedar lara sayatan
 tetesan getih jadi menghujan
 terhuyung  jatuh hingga memekik

hawa yang kembali membeku
serupa patung batu berlumut
hadap satu arah dan terpaku
semakin buram oleh kabut

gemericik banyu terus mematung
tertegun menghabiskan torehan liar:
        sang hawa

Yogyakarta,  2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar