secuil coretan

Jumat, 28 Oktober 2011

Timbun dalam


Serintik hujan menggelitik mata hati
mengikuti hembusan angan
Hanya terdengar berbisik kecil
namun menggoyah mengusik nurani

Katakanlah hati:
jiwamu tak lagi cantik

Coba pendam angan buas itu
Timbun dalam hingga tak tampak lagi
Timbun dalam hingga tak mengoyak saraf otak

Lalu hembusan itu tak lagi ada
Tak lagi mengekang

September 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar